Easy Slider jQuery Plugin Demo
  • Css Template Preview
  • Css Template Preview
  • Css Template Preview
  • Css Template Preview
Fakultas Kedokteran
Diposting tanggal: 30 November 2011

Profile

Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) merupakan pengembangan dari Sekolah-Sekolah Tinggi yang diselenggarakan di bawah koordinasi Lembaga Pendidikan Tinggi (LEMDIKTI) Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP) yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Ketua Umum Yayasan Kartika Eka Paksi Nomor 027/YKEP/1990 tanggal 20 Mei 1990. UNJANI dikukuhkan oleh Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0512/0/1990 tanggal 9 Agustus 1990. Integrasi Sekolah Tinggi Teknologi Bandung di Bandung dengan Universitas Jenderal Achmad Yani sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0124/0/1992 tanggal 2 Maret 1992.

Sejak tahun 1987, jauh sebelum UNJANI dibentuk, telah mulai perintisan untuk mendirikan Sekolah Tinggi Kedokteran bersama Universitas Padjajaran (UNPAD). Setelah UNJANI berdiri, perintisan dilanjutkan lebih intensif bersama UNPAD dan KOPERTIS Wilayah IV Jawa Barat untuk mendirikan Fakultas Kedokteran dengan persetujuan Koordinator KOPERTIS Wilayah IV Jawa Barat tanggal 21 Juli 1991 Nomor 143/KopIV/1991.

Pendirian Fakultas Kedokteran UNJANI dikukuhkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi a.n. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 45/D/0/1993 tanggal 20 April 1993 yang memberikan status terdaftar kepada Program Studi Pendidikan Dokter untuk jenjang Program S1. Meskipun penerimaan mahasiswa angkatan pertama sebenarnya telah dimulai bulan Oktober 1992, namun Hari Kelahiran Fakultas Kedokteran UNJANI ditetapkan berdasarkan tanggal dikukuhkan pendiriannya oleh Dirjen Dikti, yaitu tanggal 20 April 1993.

FK UNJANI terakreditasi “B” dan mendapat izin perpanjangan penyelenggaraan studi dari Dirjen Dikti, sesuai dengan surat keputusan BAN-PT No. 028/BAN-PT/Ak-XIII/S1/XI/2010, tertanggal 26 Nopember 2010 yang berlaku sampai tahun 2015.
Sejak berdiri, kurikulum Fakultas Kedokteran Unjani menggunakan Sistem Kredit Semester (SKS) berdasarkan KIPDI I dan KIPDI II. Mulai TA 2007/2008 menerapkan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) berdasarkan Standar Pendidikan Profesi Dokter dan Standar Kompetensi Dokter.

Visi dan Misi

VISI
Menjadi Fakultas Kedokteran unggul di tingkat nasional bertaraf internasional yang berjiwa kebangsaan dan berwawasan lingkungan.


MISI
1. Menyiapkan lulusan yang profesional, mandiri, beretika, berjiwa kebangsaan, berbudi luhur, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

2. Melaksanakan kurikulum yang berbasis kompetensi dengan keunggulan di bidang kedaruratan medik dan kedokteran kerja.

3. Menyelenggarakan penelitian yang inovatif di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan serta kedokteran.
4. Menyelenggarakan pengabdian yang inovatif sesuai dengan kebutuhan masyarakat

5. Menyelenggarakan sistem pengelolaan fakultas yang mandiri, berbasis penjaminan mutu terpadu.

6. Menjalin kemitraan dengan berbagai instansi di dalam dan luar negeri untuk meningkatkan mutu secara berkesinambungan.



Fasilitas Pembelajaran

Fakultas Kedokteran UNJANI telah memiliki sarana yang lengkap, yaitu ruang perkuliahan, ruang tutorial, perpustakaan, e-learning, laboratorium, asrama (universitas), dan lainnya.Ruang tutorial sebanyak 24 ruang dengan kapasitas masing-masing 12-15 kursi. Fasilitas ruang berAC, CCTV, minilibrary, whiteboard, softboard, komputer, dan flipchart.
Laboratorium yang dimiliki :
1.  Lab. Forensik
2.  Lab. Keterampilan Medik (Skills Lab)
3.  Lab. Anatomi
4.  Lab. Biokimia & Kimia Medik
5.  Lab. Farmakologi
6.  Lab. Fisiologi
7.  Lab. Histologi & Biologi Medik
8.  Lab. Mikrobiologi
9.  Lab. Parasitologi
10. Lab. Patologi Anatomi
11. Lab. Patologi Klinik
12. Lab. Komputer

Kurikulum dan Lulusan

Penyelenggaraan kurikulum untuk mahasiswa TA. 2006/2007 dan sebelumnya berpedoman pada Kurikulum Inti Pendidikan Dokter Indonesia (KIPDI) II dan Visi-Misi Unjani. Bentuk kegiatan pembelajaran pada kurikulum lama terbatas pada bentuk kuliah dan praktikum. Penyelenggaraan mulai tahun 2007/2008 berdasarkan kurikulum berbasis kompetensi (KBK), berdasarkan Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) dengan strategi SPICES (student centred, problem based, integrated, community, early clinical exposure, and systemic) dan standar pendidikan profesi dokter. Bentuk kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan antara lain kuliah, tutorial, diskusi kelompok, praktikum, keterampilan medik (skills lab), seminar/diskusi panel, pembelajaran luar kelas, bed side teaching, dan mandiri.

Pembelajaran kurikulum lama didasarkan atas departemen, sedangkan kurikulum baru didasarkan atas sistem blok, yang terdiri atas 21 blok, dimana setiap semester terdiri atas 3 blok yang lamanya 4, 6, dan 8 minggu yang masing-masing diakhiri dengan ujian selama satu minggu

Waktu penyelesaian studi tahap sarjana kedokteran pada kurikulum lama 8 semester dengan lama studi maksimum 14 semester, sedangkan kurikulum baru 7 semester dengan lama studi maksimum 12 semester. Tahap P3D dapat diselesaikan dalam waktu 3 semester, dibandingkan waktu sebelumnya 4 semester. Dengan demikian lama studi sampai dokter dapat diselesaikan dalam waktu 10 semester (5 tahun). Pendidikan dokter diselenggarakan dalam 2 tahap yaitu tahap sarjana kedokteran 7 semester (semester I-VII) dan tahap profesi 3 semester (semester VIII-X). Tahap sarjana kedokteran berakhir dengan pemberian gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked.) dan tahap profesi berakhir dengan pemberian gelar dokter (dr.)

Tahap Sarjana Kedokteran :

Tahap 1
Merupakan tahap persiapan dengan memberikan kemampuan dasar untuk belajar sepanjang hayat yang dikenal dengan tahap generic education, tahap 1 diselenggarakan pada semester 1.
Tahap 2
Merupakan tahap program pendidikan integrasi baik horizontal maupun vertikal. Pada tahap ini diberikan kemampuan dasar kedokteran dan klinik yang diselenggarakan pada semester II-VII.

Pelaksanaan tahap 2 di Fakultas Kedokteran Unjani dibedakan menjadi dua, yaitu:
Tahap 2A
Diselenggarakan pada semester II, dimaksudkan untuk mencapai sasaran belajar landasan umum ilmu kedokteran
Tahap 2B
Diselenggarakan pada semester III-VII, dilakukan pembelajaran dengan materi yang mencakup seluruh area kompetensi sebagai persiapan masuk pendidikan klinik melalui pencapaian sasaran belajar yang tercantum dalam Standar Kompetensi Dokter. Pada tahap ini mendapatkan ilmu-ilmu biomedik dan klinik, pelatihan keterampilan klinik dasar, dan kompetensi pendukung dan elektif, yang diberikan secara integrasi dalam blok sistem maupun blok nonsistem.

Syarat dan Pendaftaran

Dapat Dilihat pada bagian informasi pendaftaran Universitas Jenderal Achmad Yani